SIAPA
BILANG DIABET TAK BISA SEMBUH
Bismillah...
Siapa yang berani menjamin angka gula darah seseorang hari ini sama dengan esok ?
Atau siapa yang berani menjamin angka gula darah seseorang hari ini sama dengan pekan depan?
Siapa yang berani menjamin angka gula darah akan selalu sama setiap saat, bahkan sampai akhir hayat?
SIAPA BERANI MENJAMIN?
Sebaliknya,
yakinkah kita bahwa angka gula darah dapat berubah dalam hitungan detik, menit,
jam, atau hari? Tentu kita meyakini perubahan tersebut, apalagi jelas-jelas
dalam praqkteknya tes gula darah dinyatakan sebagai hasil "sewaktu"
(artinya angka tersebut berlaku saat itu dan belum tentu atau tidak berlaku di
saat yang lain). Bukankah hal itu menandakan bahwa angka gula darah sangat
labil dan bisa berubah dalam waktu sekejab.
Lantas bagaimana
dengan mereeka yang diketahui bahwa angka gula darahnya saat itu, detik itu dan
kebetulan melampaui angka normal lalu divonis menderita DIABET yang seolah
angka gula darah saat itu akan berlaku sepanjang hidupnya...?Sehingga pesan
DIABET yang ukurannya sewaktu tersebut dijadikan pesan dan derita sepanjang
hayat di kandung badan?
Bukankah
melontarkan VONIS kepada seseorang menderita DIABET seumur hidupnya
merupakan perbuatan mendahului TAQDIR. Sedangkan Islam melarang
kita mengatakan akan berbuat sesuatu nanti atau esok hari tanpa ucapan INSYA
ALLAH. apa lagi menentukan sesuatu akan terjadi anti, esok hari , atau
saat tertentu sangat bertentangan dengan syariat dan aqidah ISalam. Sebab,
Biasanya setelah mengetahui angka gula darah seseorang melampaui angka normal,
senagian ahli pengobatan menetapkan mereka yang angka gula darahnya lebih dari
200 divonis menderita DIABET dan seolah angka gula darah itu sulit berubah.
Padahal bila angka gula darah tersebut berubah satu jam lagi atau esok hari,
tentu dia tidak termasuk penderita DIABET???
Mengapa angka gula darah sewaktu begitu cepat dijadikan "PALU" ketetapan nasib seseorang sepanjang hayatnya sebagai pesakitan? Kadang
juga dengan 'tanpa rasa dosa' mereka berani menyatakan bahwa penyakit tersebut
tidak ada obatnya dan tidak bisa disembuhkan. Meski demikian, anehnya mreka
tetap saja menetapkan sejumlah langkah pengobatan yang bertujuan menekan laju
gula darah yang pada gilirannya menimbulkan masalah baru...
Bukankan dalam al
Qur’an surat Al
Kahfi Allah ta’ala berfirman: “dan
jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu : sesungguhnya aku akan
mengerjakan ini besok pagi.” ( AL- Kahfi 18; 23).
Sementara dalam surat Luqman Allah Ta’ala juga mengingatkan :
“ sesungguhnya hanya Allah, hanya pada
sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat: dan Dia-lan Yang menutrunkan
hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang
dapat mengetahui(dengan pasti) apa yang akan diusahakannya esok. Dan tiada seorangpun
yang dapat mengetahui dibumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal”.(QS> Lukman 31:34)
Lebih dari itu,
siapakah sesungguhnya pihak yang paling senang dengan semakin bertambahnya
angka diabet? WAULLAHU A’LAM…
\
Tidak ada komentar:
Posting Komentar