TERAPI DIABET
Diabetes
sesungguhn ya tak ada bedanya dengan penyakit lainnya, apakah jantung, ginjal,
liver, dan lainya yang bermuara pada penurunan fungsi atau kemampuan organ.
Apalagi diabet ada yang menyebutnya penyakit kelainan metabolic atau degeneratif
yangbermuara pada penurunan/melemahnya fungsi pancreas. Untuk terapi diabet ini
yang perlu diperhatikan adalah ikhtiar pemulihan kinerja pankreas, sehingga
organ yang cerdas tersebut dapat memproduksi insulin dengan baik. Dengan pulih
dan membaiknya kinerja pankreas sebagai pabrik insulin, tentunya gula darah
cepat dirubah menjadi energi dan tak lagi masuk atau tercecer dalam darah.
Dengan demikian dalam terapi diabet yang
ideal diperhatikan adalah bagaimana usaha meningkatkan kinerja pankreas, bukan
hanya terfokus pada naik turunnya gula darah. Untuk itu terapi diabet dengan
merujuk pada tutunan islam bisa di tempuh:
Pertama : meyakini diabet bisa sembuh dengan
izin Allah Ta’ala
Hal yang paling penting dan mendasra yang
dilakukan seorang muslim dalam menghadapi keluhan tertntu (penyakit) adalah
meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa penyakit yang di derita selain ujian juga
ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah Ta’ala. Karena amat sangat tidak ada artinya
bagi Allah untuk melepaskan kesulitan atau penderitaan hamba-Nya tanpa mengenal
ruang dan waktu. Artinya kecepatan pertolongan dan kesembuhan yang diberikan
Allah Ta’ala tidak ada yang bisa menandinginya.
Untuk
itu, bila kita benar-benar meyakini kesembuhan mutlak hanya dating dari Allah Ta’ala,
tentunya kita berusaha menjalanipengobatan dan meraih kesembuhan sesuai syariat
yang ditetapkan Allah dan rasul-Nya, insya Allah kesembuhan dan kesehatan akan
diraih atas ridha Allah Ta’ala. Bagaimana mungkin kesembuhan akan di dapat bila
kita lebih meyakini benda atau manusia sebagai penyembuh, kalaupun merasa ada
perubahan kesehatan atau merasa sembuh melalui perantara media yang dilarang
itu hanyalah bersifat sesaat dan harus di waspadai dampak buruknya.
Rasulullah
sendiri menjamin tiadanya kesembuhan bila kita menempuh pengobatan dengan
metode atau pun meteri(obat) yang dilarang atau di haramkan. Dalam hadits
riwayat Imam Bukhari, Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassallam bersabda: “
Sesungguhnya Allah tidak akan mendatangkan kesembuhan kepada kalian yang
mengunakan segala yang di haramkan.”
Kedua : Menghindari Diet
Prilaku
diet, apalagi mengurangi dosis makan secara ekstrim dari takaran ideal yang di
jalani penderita diabet pada umumnya semakin memperburuk kesehatannya. Pasalnya
secara nyata mengurangi dosisi makan otomatis mengurangi asupan nutrisi dan
gizi, sehingga tubuh tidak mendapatkan pasokan yang cukup, dan situasi ini
tentu berpengaruh langsung pada kemampuan kinerja organ dan anti bodi.
Dengan
demikian wajar bila stamina atau kondisi penderita diabetes yang melakukan diet
lambat laun menurun atau melemah, termasuk terpuruknya kondisi anti bodi tubuh.
Sampai pada problem luka kecil saja tubuh tidak mampu melawan bakteri, kuman
apalagi virus, sampai muncul istilah “ LUKANYA SUSAH SEMBUH.”
Pendeknya pemberlakuan diet ini bertentangan dengan SUNATULLAH. Untuk itu
secara Islami, mereka yang divonis diabet sebaiknya hidup normal dan
makan/minum yang halal dan toyyiban dengan cukup, sehingga tubuh tetap mendapat
pasokan energi, nutrisi/gizi yang memadai, terutama pancreas yang memang
membutuhkannya. Pada gilirannya daya tahan tubuh tetap terjaga. Bahkan ada
baiknya jika kita terserang penyakit berusah meningkatkan asupan nutrisi/energi
yang berjualitas dari unsure daging, sayuran, buah, susu, nasi/gandum dan
lainnya untuk mendongkrat atau membentengi tubuh dari serangan
penyakit.logikanya, bila Negara kita diserang oleh musuh, apa yang harus kita
lakukan? Meningkatkan pertahanan atau mengurangi pertahanan? Artinya dalam
kehidupan sehari-hari kita tetap menjaga pola makan, tidak berlebihan dan
berusaha memilih dan memilah makanan yang terbaik/bermutu.
Khusus
bagi penderita yang sedah lama melakukan diet, lebih dari 1 atau 5 tahun sebaiknya penambahan dosis
makanan ditinggkatkkan secara bertahap, dan di utamakan perbanyak makanan
berserat(sayur), buah, daging. Penambahan takaran makanan bisa ditingkatkan
bertahap dengan penambahan 25% pada pecan pertama, selanjutnya ditambah 25%
lagi dan seterusnya.
Ketiga: Al-Hijamah(Bekam)
Al-Hijamah
(bekam), sebagaimana ditegaskan Rasulullah Shalallahu A’alaihi wassallam
sebagai sebaik-baik pengobatan, sangat tepat diterapkanpada penderita diabet.
Bekam merupakan terapi tercanggih untuk
detoksifikasi ( membersihkan) racun dari tubuh serta efektif melancarkan/ membongkar
penyumbatan di pembuluh darah, sekaligus meningkatkan regenerasi (meremajakan)
sel dan meningkatkan kinerja organ dengan lancarnya peredaran darah.
Selain
itu bekam merupakan metode pengobatan yang paling cepat menurunkan atau
menstabilkan gula darah sekaligus meningkatkan anti bodi (daya tahan tubuh).
Menurut
dr. Anto yang juga alumni Fakultas Kedokteran UGM ini, bekam berfungsi
merangsang secara terus menerus metabolisme tubuh sehingga meningkatkan fungsi
organ. Apalagi diabet juga berpusat didarah, karena itu dengan bekam
(mengeluarkan darah kotaor) dapat mengeluarkan materi-materi (unsure-unsur)
yang tidak baik, termasuk unsure gula yang masuk ke darah. Untuk pembekaman
pasien diabet sebaiknya dilakukan tiap pecan pada bulan pertama. Bulan kedua pembekaman
tiap dua pecan dan bulan berikutnya tiap bulan. Area (titik) bekam yang utama
adalah kahil, ad-dohru (area ginjal), belakang lutut. Bisa juga ditambahkan di
area pancreas dan iltiwa’ (bawah mata kaki). Untuk pembekaman tiap pecan dan
berikutnya bisa dilakukan di tempat (area) yang sama. Sebaiknya pembekaman di
kaki, area belakang paha atau punggung kaki di bawah lutut selalu dilakukan.
Keempat : Ruqyah
Ruqyah
juga efektif dilakukan secara mandiri atau dibantu tabib dengan pembacaan
Al-Qur’an dan do’a-do’a yang di syariatkan. Ruqyah sangat efektif sebagai
terapi jasmani dan rohani sekaligus Insya Allah mampu melepas ragam pemicu
diabet. Sesungguhnya manusia adalah makhluk Allah dan segala yang ada padanya
adalah tidak lepas dari pengaturan Allah Ta’ala. Maka apabila ada permintaan
do’a dari hamba-Nya agar dirinya memperoleh kesehatan dan Allah Ridha, tidak
mustahil seluruh system tubuh akan tunduk atas perintah Allah, tidak terkecuali
sel-0sel yang diciptakan mengatur metabolisme tubuh..
Kelima : Dawa’ (Herbal)
Untuk
meningkatkan fungsi pancreas atau
kelemahan sel penangkap gula
sangat efektife mengkonsumsi madu, habatussauda serta herba alami dan Islami
lainnya.
Kemujaraban
madu bagi penderita diabet diantaranya sangat mudah masuk dalam sel sehingga
tidak memberatkan kondisi tubuh. Selain itu madu sangat efekitif memberi
nutrisi dan energi. Alhasil madu tidak berpengaruh pada naik turunnya gula darah, melainkan
sebaliknya mengendalikan gula darah sekaligus memenuhi nutrisi yang dibutuhkan
tubuh.
Al-Habatussauda
(jintan hitam) sebagai obat terbaik selain madu dan dijamin khasiyatny oleh
Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam sebagai obat untuk semua penyakit
kecuali kematian. Mengandung khasiat unggul mengatasi ragam masalah tubuh
termasuk pancreas. Dengan mengkonsumsinya secara rutin mampu meningkatkan daya
tahan tubuh, meremajakan sel-sel, membersihkan darah sumber mineral dan banyak
khasiat lainnya.
Dengan
demikian mereka yang divonis erkena diabet tenang saja! Insya allah dengan
menjalankan terapi alami dan Islami semua keluhan atau derita tubuh dapat
dilalui dengan mudah.
Keenam: Hindari Stress
Seseorang
yang tidak bisa mengolah hati dan pikirannya berpotensi menimbulkan bnayak
penyakit, diantaranya yang mudah diamati sering kesemutan atau gampang
pegal-pegal. Untuk itu sebagai muslim utamanya kita diperintahkan untuk
senantiasa menjaga suasana hati (ruh), sebab rapuhnya ruh sangat berpengaruh
pada kekuatan organ dan fisik. Artinya bila seseorang stress maka seluruh
organnya ikut stress. Maka mengendalikan diri dan hati dengan meningkatkan
kualitas ibadah dan pendalaman agama Insya Allah membentuk jiwa dan raga yang
sehat dan antibody yang unggul. Betapa Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassallam
adalah teladan utama dalam segala aspek hidupnya, paling baik akhlaknya, paling
sehat tubuhnya, paling baik ibadahnya, paling baik pola makannya, paling baik
kepemimpinannya dan teladan terbaik lainnya.
Ketujuh: Hindari Amputasi
Insya
Allah dengan hijrah ke pengobatan Islami yang terpadu semua problem luka dan
gejala-gejalanya bisa diatasi sejak dini. Adapun bagi mereka yang mengalami
luka yang sudah terbuka (gangrene) juga tidak perlu risau, karena lukanya bisa
dirawat dan Insaya Allah pilih seperti sedia kala. Karena itu amputasi wajib
dihindari, dan kondisi luka biasanya semakin parah bila penderita melakukan
diet ekstrem cukup lama atau pancreas semakin lemah. Idealnya pengobatan yang
dijalani seseorang tidak membuat organ seseorang semakin berkurang, namun
sebaliknya pengobatan membuat kesehatannya dan organnya membaik.
WALLAHU A’LAM