Rabu, 18 Juli 2012

TERAPI DIABET


TERAPI DIABET

Diabetes sesungguhn ya tak ada bedanya dengan penyakit lainnya, apakah jantung, ginjal, liver, dan lainya yang bermuara pada penurunan fungsi atau kemampuan organ. Apalagi diabet ada yang menyebutnya penyakit kelainan metabolic atau degeneratif yangbermuara pada penurunan/melemahnya fungsi pancreas. Untuk terapi diabet ini yang perlu diperhatikan adalah ikhtiar pemulihan kinerja pankreas, sehingga organ yang cerdas tersebut dapat memproduksi insulin dengan baik. Dengan pulih dan membaiknya kinerja pankreas sebagai pabrik insulin, tentunya gula darah cepat dirubah menjadi energi dan tak lagi masuk atau tercecer dalam darah. Dengan demikian  dalam terapi diabet yang ideal diperhatikan adalah bagaimana usaha meningkatkan kinerja pankreas, bukan hanya terfokus pada naik turunnya gula darah. Untuk itu terapi diabet dengan merujuk pada tutunan islam bisa di tempuh:

Pertama : meyakini diabet bisa sembuh dengan izin Allah Ta’ala

Hal  yang paling penting dan mendasra yang dilakukan seorang muslim dalam menghadapi keluhan tertntu (penyakit) adalah meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa penyakit yang di derita selain ujian juga ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah  Ta’ala. Karena amat sangat tidak ada artinya bagi Allah untuk melepaskan kesulitan atau penderitaan hamba-Nya tanpa mengenal ruang dan waktu. Artinya kecepatan pertolongan dan kesembuhan yang diberikan Allah Ta’ala tidak ada yang bisa menandinginya.
Untuk itu, bila kita benar-benar meyakini kesembuhan mutlak hanya dating dari Allah Ta’ala, tentunya kita berusaha menjalanipengobatan dan meraih kesembuhan sesuai syariat yang ditetapkan Allah dan rasul-Nya, insya Allah kesembuhan dan kesehatan akan diraih atas ridha Allah Ta’ala. Bagaimana mungkin kesembuhan akan di dapat bila kita lebih meyakini benda atau manusia sebagai penyembuh, kalaupun merasa ada perubahan kesehatan atau merasa sembuh melalui perantara media yang dilarang itu hanyalah bersifat sesaat dan harus di waspadai dampak buruknya.
Rasulullah sendiri menjamin tiadanya kesembuhan bila kita menempuh pengobatan dengan metode atau pun meteri(obat) yang dilarang atau di haramkan. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari, Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassallam bersabda: “ Sesungguhnya Allah tidak akan mendatangkan kesembuhan kepada kalian yang mengunakan segala yang di haramkan.”

Kedua : Menghindari Diet

Prilaku diet, apalagi mengurangi dosis makan secara ekstrim dari takaran ideal yang di jalani penderita diabet pada umumnya semakin memperburuk kesehatannya. Pasalnya secara nyata mengurangi dosisi makan otomatis mengurangi asupan nutrisi dan gizi, sehingga tubuh tidak mendapatkan pasokan yang cukup, dan situasi ini tentu berpengaruh langsung pada kemampuan kinerja organ dan anti bodi.
Dengan demikian wajar bila stamina atau kondisi penderita diabetes yang melakukan diet lambat laun menurun atau melemah, termasuk terpuruknya kondisi anti bodi tubuh. Sampai pada problem luka kecil saja tubuh tidak mampu melawan bakteri, kuman apalagi virus, sampai muncul istilah “ LUKANYA SUSAH SEMBUH.” Pendeknya pemberlakuan diet ini bertentangan dengan SUNATULLAH. Untuk itu secara Islami, mereka yang divonis diabet sebaiknya hidup normal dan makan/minum yang halal dan toyyiban dengan cukup, sehingga tubuh tetap mendapat pasokan energi, nutrisi/gizi yang memadai, terutama pancreas yang memang membutuhkannya. Pada gilirannya daya tahan tubuh tetap terjaga. Bahkan ada baiknya jika kita terserang penyakit berusah meningkatkan asupan nutrisi/energi yang berjualitas dari unsure daging, sayuran, buah, susu, nasi/gandum dan lainnya untuk mendongkrat atau membentengi tubuh dari serangan penyakit.logikanya, bila Negara kita diserang oleh musuh, apa yang harus kita lakukan? Meningkatkan pertahanan atau mengurangi pertahanan? Artinya dalam kehidupan sehari-hari kita tetap menjaga pola makan, tidak berlebihan dan berusaha memilih dan memilah makanan yang terbaik/bermutu.
Khusus bagi penderita yang sedah lama melakukan diet, lebih dari  1 atau 5 tahun sebaiknya penambahan dosis makanan ditinggkatkkan secara bertahap, dan di utamakan perbanyak makanan berserat(sayur), buah, daging. Penambahan takaran makanan bisa ditingkatkan bertahap dengan penambahan 25% pada pecan pertama, selanjutnya ditambah 25% lagi dan seterusnya.

Ketiga: Al-Hijamah(Bekam)

Al-Hijamah (bekam), sebagaimana ditegaskan Rasulullah Shalallahu A’alaihi wassallam sebagai sebaik-baik pengobatan, sangat tepat diterapkanpada penderita diabet. Bekam merupakan  terapi tercanggih untuk detoksifikasi ( membersihkan) racun dari tubuh serta efektif melancarkan/ membongkar penyumbatan di pembuluh darah, sekaligus meningkatkan regenerasi (meremajakan) sel dan meningkatkan kinerja organ dengan lancarnya peredaran darah.
Selain itu bekam merupakan metode pengobatan yang paling cepat menurunkan atau menstabilkan gula darah sekaligus meningkatkan anti bodi (daya tahan tubuh).
Menurut dr. Anto yang juga alumni Fakultas Kedokteran UGM ini, bekam berfungsi merangsang secara terus menerus metabolisme tubuh sehingga meningkatkan fungsi organ. Apalagi diabet juga berpusat didarah, karena itu dengan bekam (mengeluarkan darah kotaor) dapat mengeluarkan materi-materi (unsure-unsur) yang tidak baik, termasuk unsure gula yang masuk ke darah. Untuk pembekaman pasien diabet sebaiknya dilakukan tiap pecan pada bulan pertama. Bulan kedua pembekaman tiap dua pecan dan bulan berikutnya tiap bulan. Area (titik) bekam yang utama adalah kahil, ad-dohru (area ginjal), belakang lutut. Bisa juga ditambahkan di area pancreas dan iltiwa’ (bawah mata kaki). Untuk pembekaman tiap pecan dan berikutnya bisa dilakukan di tempat (area) yang sama. Sebaiknya pembekaman di kaki, area belakang paha atau punggung kaki di bawah lutut selalu dilakukan.

Keempat : Ruqyah

Ruqyah juga efektif dilakukan secara mandiri atau dibantu tabib dengan pembacaan Al-Qur’an dan do’a-do’a yang di syariatkan. Ruqyah sangat efektif sebagai terapi jasmani dan rohani sekaligus Insya Allah mampu melepas ragam pemicu diabet. Sesungguhnya manusia adalah makhluk Allah dan segala yang ada padanya adalah tidak lepas dari pengaturan Allah Ta’ala. Maka apabila ada permintaan do’a dari hamba-Nya agar dirinya memperoleh kesehatan dan Allah Ridha, tidak mustahil seluruh system tubuh akan tunduk atas perintah Allah, tidak terkecuali sel-0sel yang diciptakan mengatur metabolisme tubuh..

Kelima : Dawa’ (Herbal)

Untuk meningkatkan fungsi pancreas atau
kelemahan sel penangkap gula sangat efektife mengkonsumsi madu, habatussauda serta herba alami dan Islami lainnya.
Kemujaraban madu bagi penderita diabet diantaranya sangat mudah masuk dalam sel sehingga tidak memberatkan kondisi tubuh. Selain itu madu sangat efekitif memberi nutrisi dan energi. Alhasil madu tidak berpengaruh  pada naik turunnya gula darah, melainkan sebaliknya mengendalikan gula darah sekaligus memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Al-Habatussauda (jintan hitam) sebagai obat terbaik selain madu dan dijamin khasiyatny oleh Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam sebagai obat untuk semua penyakit kecuali kematian. Mengandung khasiat unggul mengatasi ragam masalah tubuh termasuk pancreas. Dengan mengkonsumsinya secara rutin mampu meningkatkan daya tahan tubuh, meremajakan sel-sel, membersihkan darah sumber mineral dan banyak khasiat lainnya.
Dengan demikian mereka yang divonis erkena diabet tenang saja! Insya allah dengan menjalankan terapi alami dan Islami semua keluhan atau derita tubuh dapat dilalui dengan mudah.

Keenam: Hindari Stress

Seseorang yang tidak bisa mengolah hati dan pikirannya berpotensi menimbulkan bnayak penyakit, diantaranya yang mudah diamati sering kesemutan atau gampang pegal-pegal. Untuk itu sebagai muslim utamanya kita diperintahkan untuk senantiasa menjaga suasana hati (ruh), sebab rapuhnya ruh sangat berpengaruh pada kekuatan organ dan fisik. Artinya bila seseorang stress maka seluruh organnya ikut stress. Maka mengendalikan diri dan hati dengan meningkatkan kualitas ibadah dan pendalaman agama Insya Allah membentuk jiwa dan raga yang sehat dan antibody yang unggul. Betapa Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassallam adalah teladan utama dalam segala aspek hidupnya, paling baik akhlaknya, paling sehat tubuhnya, paling baik ibadahnya, paling baik pola makannya, paling baik kepemimpinannya dan teladan terbaik lainnya.

Ketujuh: Hindari Amputasi

Insya Allah dengan hijrah ke pengobatan Islami yang terpadu semua problem luka dan gejala-gejalanya bisa diatasi sejak dini. Adapun bagi mereka yang mengalami luka yang sudah terbuka (gangrene) juga tidak perlu risau, karena lukanya bisa dirawat dan Insaya Allah pilih seperti sedia kala. Karena itu amputasi wajib dihindari, dan kondisi luka biasanya semakin parah bila penderita melakukan diet ekstrem cukup lama atau pancreas semakin lemah. Idealnya pengobatan yang dijalani seseorang tidak membuat organ seseorang semakin berkurang, namun sebaliknya pengobatan membuat kesehatannya dan organnya membaik.
WALLAHU A’LAM


Selasa, 17 Juli 2012

MENGAPA DIABET


MENGAPA DIABET

Pada dasarnya masalah diabet bermuara pada menurunnya kinerja pancreas sebagai pabrik insulin yang mengubah glukosa dalam darah menjadi sumber energi bagi tubuh. Ada pancreas yang tidak lagi mampu memproduksi insulin, dan adapula yang kemampuan produksinya minim, sehingga gula tidak mampu diubah menjadi energi dan menumpuk atau tercecer dalam darah, urin dan bagian tubuh lainnya.

Selain dari itu penyebab diabetes mellitus juga diamati dari buruknya pola makan dan gaya hidup yang tak teratur. Pola makan serampangan dan tidak memperhatikan asupan dan kadar nutrisi/gizi untuk tubuh. Pada gilirannya banyak organ yang tidak mendapat suplai energi yang cukup, termasuk pancreas. Belum lagi makanan atau minuman yang mengandung pengawet, penyedap, pemanis buatan, dan bahan kimia lainnya yang berpotensi merusak organ,selanjutnya organ jadi berat kerjanya dan kelelahan lalu mulai bermasalah kemudian sakit.

Masalah ini bukan mendera pancreas saja, namun juga berpotensi menggangu aktivitas dan kemampuan organ lainnya bila kebutuhan energi semua organ tidak terpenuhi atau tercukupi. Maka wajar bila kita temui orang-orang yang daya tahan tubuhnya lemah, gampang terserang gangguan kesehatan, lantaran buruknya pola makan dan usaha-usaha meningkatkan antibodi.

Untuk itu dalam paparannya Ibnu Qayyim al Jauziyah menegaskan ada tiga hal yang harus diperhatkan dalam masalah kesehatan:

Pertama, merawat kesehatan secara jasmani dan rohani, yakni menjaga dan memperhatikan makanan dan minuman yang kita konsumsi, lalu menjaga dan meningkatkan ibadah karena sangat besar pengaruhnya terhadap stabilitas jiwa dan raga.

Kedua, meningkatkan anti bodi( daya tahan tubuh) dengan mengkonsumsi makanan/minuman yang berhasiat unggul seperti madu, habbatussauda, susu, kurma, ragam buah dan lainnya, serta menghindari suplemen dengan bahandasar kimia (sintetis).

Ketiga, pengobatan yang dilakukan berdasarkan tuntunan rasulullah Shalallahu A’laihi wassallam, seperti HIJAMAH(BEKAM), ruqyah, dawa’(herbal) dan terapi pendukung lainnyayang tidak merusk tubuh. Begitu pula menjaga ibadah merupakan dasar yang penting dalam usaha meraih kesehatan dan kesembuhan.

Pada umumnya diabet tak ubahnya penyakit lainnya yang bermuara pada menurunnya fungsi organ dan minimnya asupan gizi/nutrisi sehingga menggangu kinerja organ pancreas khususnya. Bila pola makan dan gaya hidup dijaga secara Islami, artinya hak-hak tubuh diperhatikan Insya Allah semua organ bekerja dengan stabil tanpa banya gangguan.
Pemicu diabet lainnya adalah stress atau tekanan pikiran (jiwa). Menurut dr. Yunianto  Kusumo, stress seperti ketengangan, cemas, takut, gelisah, dan sejenisnya sangat efektif meningkatkan gula darah dan penderitaan organ lainya. Dampak stress diantaranya menggangu kelenturan bola mata, jantung berdebar, dan menggangu seluruh sistim jaringan tubuh lantaran menguran cadangan energi dalam tubuh.

“Ketika stress, kita butuh peningkatan energi, bila kebutuhan energinya besar akan diatasi dengan membongkar cadangan energi yang ada. Terbongkarnya cadangan energi efektif meningkatkan kadar gula darah. Bila beban stressnya turun maka kadar gula juga akan turun. Nah ketika kadar gula meningkat seseorang akan banyak minum, banyak makan dan banyak kencing,” ujar dr. Anto (sapaan akrab dr. yenianto Kusumo) yang juga pengasuh Rymah Sehat alami”ISMEC,” Yogyakarta ini.

Jumat, 06 Juli 2012

MENGAPA PENGOBATAN DIABET BERUJUNG KEMATIAAN


MENGAPA PENGOBATAN DIABET BERUJUNG KEMATIAAN

Dilemma pengobatan konvensional diabet secara maknawi maupun aplikasinya sudah saatnya dikaji ulang, mengapa berobat malah makin parah?ada beberapa factor yang menyebabkan pengobatan diabet yang berujung komplikasi,stoke, amputasi, gagal ginjal atau kematian:

Pertama: Keyakinan tiadanya kesembuhan bertentangan dengan aqidah
Keyakinan yang ditamamkan medis konvensional bahwa diabet tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan sesungguhnya bertentangan dengan aqidah Islam.bila pernyataan tidak adanya kesembuhan itu dilontarkan ahli medis muslim, maka yang bersangkutan harus muhasabah terhadap keimanannya.MENGAPA? karena keberaniannya mengucapkan tiadanya kesembuhan atas suatu penyakit secara nyataa melampaui pernyataan Al Qur’an dan Al Hadits.
Dalam al Qur’an surat Asy-syu’ara : 80, allah berfirman: dan apabila aku skit maka, Dia(Allah) yang menyembuhkan.” Dengan demikian wajib diyakini hak menyembuhkan hanya milik Allah Ta’ala sebagai pencipta manusia,dunia beserta isinya. Bahwa Allah sangat berkuasa untuk memperbaiki organ-organ manusia yang rusak, karena Dialah penciptanya. Karena sangat mudah dan tak ada artinya bagi Allah ta’ala menyembuhkan atau memperbaiki organ pancreas misalnya yang mengalami masalah/sakit. Jangankan pancreas, mengembalikan tulang belulang yang sudah berserakan, menghidupkan yang mati, menciptakan yang baru tidak sulit bagi Allah Ta’ala. Subhanallah…
Rasulullah shalallahu A’laihi Wassallam melalui beberapa haditsnya menegaskan bahwa tiap penyakit ada obatnya dan bisa di sembuhkan atas izin allah Ta’ala.
Adapun mengenai metode pengobatan sudah ada tuntunanya, begitu pula obatnya juga sudah diciptakan oleh Allah Ta’ala. Kita yakini bahwa Allah Maha Bertanggung Jawab terhadap ciptaan-Nya dan menyiapkan dan memenuhi kebutuhan makhluk-Nya. Alhasil berkenaan dengan kesehatan dan pengobatan, sejak dini Islam telah mengajarkan secara lengkap dan sebagai panduan yang terbaik, pun tidak ada tandingannya sebagaimana digariskan dalam Al Qur’an dan Hadits. Sayangnya sebagian kaum muslim sendiri terpesona dengan panduan hidup sehat yang dilansir oleh barat, termasuk metode pengobatannya.
Pernyataan tiadanya kesembuhan untuk penyakit diabet misalnya, tentu sangat membahayakan dan efektif merusak aqidah. Betapa pernyataan tersebut bertentangan dengan aqidah Islam,dan lebih gawat lagimereka yang berani menyatakan adanya penyakit yang tidak bisa disembuhkan sama saja meniadakan keberadaan dan kekuasaan Allah Ta’ala. Karena itu mereka yang berani meniadakan kekuasaan Allah dalam pengobatan,tentunya mereka tidak melibatkan Allah dan Rasul-Nya dalam ikhtiar(usaha) meraih kesembuhan. Bila kita tidak melibatkan Allah dan Rasul-Nya dalam usaha meraih kesembuhan bisa dijamin akan mengalami kegagalan,kebuntuan, dan keputusasaan dalam pengobatan.

Kedua: pembatasan makan (diet) merusak kesehatan

Mungkinkan seseorang bisa sehat dengan mengurangi dosis makan (diet)? Apalagi diet secara extream dari dosis yang biasanya. Jawabanya tentu saja tidak ada yang bisa sehat dengan mengurangi dosis makan! Buktinya penderita diabet yang diet pada umumnya kesehatanya semakin terpuruk dan ancaman komlikasi di depan mata.
Mumburuknya kesehatan akibat diet ini jelas mudah dipahami, karena mengurangi dosis makan tentunya akan menimbulkan masalah tersendiri bagi kesehatan. Diet, secarta langsung akan murangi pasokan nutrisi/ gizi yang dibutuhkan tubuh makin lama seseorang menjalani diet, lambat-laun organ-organ tubuhnya akan kekurangan nutrisi/ gizi dan energi. Bila organ-organ kekurangan gizi otomatis membuat kinerja organ melemahdan melemahnya organ penting seperti lambung, jantung, liver, ginjal, paru,paru mata, inilah yang kelak mendapat giliran sakit. Pendeknya diet hanya membuat semua organ termasuk pancreas kian melemah atau sakit. Kondisi inilah yang menjadi salah satu factor pemicu penderita diabet amsuk wilayah komplikasi penyakit.
Penerapan diet secara extream sesungguhnya juga bertentangan dengan sunahtullah dan kaidah Islam. Sebab kaum muslimin diperintahkan untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik serta tidak berlebihan. Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam juga menegaskan bahwa dalam tubuh manusia ada 360 elemen organ yang harus diberi nafkah untuk ibadahnya.bahkan Rasulullah mendidik kita untuk memberikan makanan dengan kualitas gizi yang baik kepada mereka yang sakit atau lemah. Seperti yang dicontohkan Rasulullah yang selalu memberikan bubur daging kambing (tsarist) kepada sahabat yang sakit.
Masalah diet ini bisa diibarakkan seseorang yang didera kesulitan ekonomi pada umumnya lemah dan kurang produktif. Apa tindakan yang baik untuk melepaskannya dari kesulitan ekonomi? Tindakan yang mulia adalah memberi bantuan keuangan, barang, pekerjaan, atau suntikan modal lainnya dengan dasar tuntunan baitul mal, infak, sedekah, atau zakat. Setelah mendapat pasokan bantuan diharapkan ia hidup lebih bergairah dan produktif serta lebih optimis menatap masa depan. Hal ini akan sangat berbeda sekali nbila pemberlakuan kepada yang lemah dengan cara mengurangi atau membendung sumber-sumber yang dapat mengentaskannya dari keterpurukan, atau malah menjeratnya dengan hutang dan riba. APA JADINYA? WALLAHU A”LAM…

Ketiga : pengunaan obet sintetis

Cukup banyak penderita diabet yang sudah atau cukup bosan menelan obat-obat sintetis, apalagi tambah hari obat yang harus diminum makin banyak, namun kesembuhan dan kesehatan yang didambakan tak kunjung tiba. Secara kasat mata, semakin banyak jenis obat yang ditelan tentunya semakin banyak pula organ yang bermasalah. Karena dalam teori konvensional pada umumnya pemberian satu obat untuk satu penyakit/ keluhan. Jadi semakinbanyak keluhannya tentu tambah banyak obatnya.
“OBAT ITU RACUN”.  Pernyataan yang umum berkembang dimasyarakat ini ada benarnya, karena salah satu teori dalam terapan medis konvensional adalah melawan racun dengan racun. Dengan demikian seperti diungkap pakar farmakognosi ( tanaman obat) Universitas Indonesia Dr. abdul Mu’nim, Apt bahwa produk farmasi sebagin besar terbuat dari bahan kimia dan barang haram pastinya menimbulkan dampak negative dalam penggunaannya. Bila merujuk pada ajaran Islam, dengan jelas Allah dan Rasul-Nyamelarang penggunaan barang haram sebagai media pengobatan.
Bisa diamati dengan mudah bahwa pengaruh racun ( bahan kimia) dapat merusak tubuh, terutama organ dan darah. Mereka yang terlampau banyak mengkonsumsi obat-obatan sintetis bisa di pastikan tingkat pencemaran dan kerusakan organ tubuhnya. Buktinya darah segar yang dikucuri racun (bahan kimia) atau bisa ular dengan cepat akan mengalami kerusakan bahkan bisa membeku ( mengental ). Nah, bila darah dalam tubuh seseorang mengalami kerusakan dan mengental, apa jadinya? Berbagai resiko penyumbatan dan terganggunya metabolisme tubuh serta makin beratnya kinerja organ.
Dalam berbagai literature terapi medis untuk diabet disebutkan bahwa pemakaian obat jangka panjang akan mengakibatkan komplikasi liver dan ginjal sehingga pada akhirnya penderita diabet menjadi terganggu livernya, sirosis maupun kanker hati atau gagal ginjal yang mengharuskanya cuci darah (hemodialisa).


DIABET 2


TIDAK BISA SEMBUH?

Siapa bilang ‘DIABET’ tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan? Bahkan ada yang menakuti dengan menyebut diabet THE SILENT KILLER. Belum lagi terror yang menghantui masyarakat bahwa kebanyakan penderita diabet terancam komplikasi dan harus waspda kena stroke, cuci darah, atau di aputansi? Alhasil diabet menjadi momok yang mencekam dan mengusik ketenangan. Pada gilirannya  banyak orang yang semakin cemas dan mulai jaga jarak dengan segala yang manis.
Pada gilirannya, takaran gula darah yang di tancapkan di kepala atau di dada mereka yang kebetulan gula darahnya sedang up/naik. Vonis “anda menderita diabetes!” atau “kencing manis” ini semakin diyakini manakala gejala-gejala yang diurai petugas medis ada kesesuaian.
Sampai saat ini barangkali ada lebih dari 21 juta warga Indonesia yang tengah sibuk menjalani terapi diabet dari usia muda sampai senja. Sedangkan penduduk dunia pada kisaran 12-20% dan setiap 10 detik ada yang wafat lantaran dampak komplikasi diabet. Ya, terlalu banyak kisah memilukan tentang derita berkepanjangan serial diabetes mellitus.
Lalu bagaimana nasip penderita diabet? Mengapa penyakit ini berujung penderitaan seumur hidup? Mengapa banyak yang berusaha berobat namun tak kunjung sembuh, bahkan sebaliknya. Apakah memang diabet tidak ada solusinya? Atau memang medis yang tak mampu mengobatinya hingga pasien diabet bisa hidup normal kembali ? atau… memang ada rekayasa terselubung untuk melumpuhkan masyarakat dengan vonis diabet? Lantas mereka yang menjalani pengobatan yang justru menjerumuskannya dalam keterpurukan kesehatan dan mempercepat ajalnya?
Sesungguhnya pengobatan diabet secar konvensional yang berlangsung selama ini sangat membinggungkandan cendrung tidak masuk akal. Karena bertentangan dengan definisi atau tujuan pengobatan itu sendiri. Pengobatan adalah usaha yang dilakukan seseorang untuk mencapai kesembuhan, atau usaha merubah kondisi sakit menjadi sehat, atau mengembalikan kondisi tidak stabil menjadi stabil, atau memperbaiki kondisi yang kurang kuat menjadi lebih kuat. Anehnya pengobatan pengobatan yang dijalani penderida diabet pada umumnya bertolak belakang dengan harapan, bahkan bertentangan dengan definisi dan tujuan pengobatan itu sendiri. Tentu hal ini sangat memprihatinkan, artinya mereka yang di VONIS MENDERITA DIABET pada umumnya berusaha menjalani pengobatan, namaun lembaga medis dan para ahlinya tidak menjanjikan harapan baik, bahkan tidak sedikit menggiring pasiennya dalam KEPUTUSASAAN.
Idealnya ahli pengobatan berupaya memenuhi harapan pasien dan maksud dan tujuan pengobatan itu sendiri. Jadi, ketika seseorang divonis diabet, para ahli pengobatan sudah merumuskan tindakannya dengan rapid an pembuktian (testimosni) mereka yang memperoleh kesembuhan hidup normal setelah menjalani terapi.
Sayangnya hal ini sulit ditemukan, dan yang banyak dijumpai pengobatan diabet yang di jalani membuat kondisi penderitanya semakin terpuruk. Selakanya lagi, penderita baru diabet menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri anggota keluarganya atau mereka yang stroke, cuci darah, diamputasi, dan meninggal mengenaskan setelah bertahun-tahun menjalni pengobatan kencing manis.
Wajar kiranya jika banya orang yang berbisik dalam hatinya: berobat kok makin parah, seharusnya kan makin enak dan sembuh…apa memang tidak ada obatnya atau yang ngobati perlu melakukan instropeksi?”
Jelas pengobatan diabet yang dijalani masyarakan selama ini menimbulkan banya pertanyaan besar, karena belum adanya pembuktian seseorang yang sembuh atau hidup normal setelah bertahun-tahun berobat. Hal ini sungguh bertentangan dengan logika umum, bahwa misalnya kita mempunya kendaraan yang kurang sehat, lalu dibawa kebengkel, setelah di servis tentunya kondisi kendaraan membaik atau sehat lagi. Begitu pula bila rumah kita mengalami kerusakan, lalu diperbaiki, ya rumah itu sehat lagi dan banyak contoh lain. Nah, apa yang kita lakukan bila setelah keluar dari bengkel kondisi kendaraan kita memburuk?
Sudah saatnya kita melakukan instropeksi terhadap pengobatan diabet yang di jalani/ apalagi membuat kondisi semakin terpuruk. Lebih dari itu harus ada upaya menghindari pengobatan yang mendzalimi pasien.

Selasa, 19 Juni 2012

DIABET 1

SIAPA BILANG DIABET TAK BISA SEMBUH

Bismillah...
Siapa yang berani menjamin angka gula darah seseorang hari ini sama dengan esok ?
Atau siapa yang berani menjamin angka gula darah seseorang hari ini sama dengan pekan depan?
Siapa yang berani menjamin angka gula darah akan selalu sama setiap saat, bahkan sampai akhir hayat?
SIAPA BERANI MENJAMIN?
Sebaliknya, yakinkah kita bahwa angka gula darah dapat berubah dalam hitungan detik, menit, jam, atau hari? Tentu kita meyakini perubahan tersebut, apalagi jelas-jelas dalam praqkteknya tes gula darah dinyatakan sebagai hasil "sewaktu" (artinya angka tersebut berlaku saat itu dan belum tentu atau tidak berlaku di saat yang lain). Bukankah hal itu menandakan bahwa angka gula darah sangat labil dan bisa berubah dalam waktu sekejab.
Lantas bagaimana dengan mereeka yang diketahui bahwa angka gula darahnya saat itu, detik itu dan kebetulan melampaui angka normal lalu divonis menderita DIABET yang seolah angka gula darah saat itu akan berlaku sepanjang hidupnya...?Sehingga pesan DIABET yang ukurannya sewaktu tersebut dijadikan pesan dan derita sepanjang hayat di kandung badan?
Bukankah melontarkan VONIS kepada seseorang menderita DIABET seumur hidupnya merupakan perbuatan mendahului TAQDIR. Sedangkan Islam melarang kita mengatakan akan berbuat sesuatu nanti atau esok hari tanpa ucapan INSYA ALLAH. apa lagi menentukan sesuatu akan terjadi anti, esok hari , atau saat tertentu sangat bertentangan dengan syariat dan aqidah ISalam. Sebab, Biasanya setelah mengetahui angka gula darah seseorang melampaui angka normal, senagian ahli pengobatan menetapkan mereka yang angka gula darahnya lebih dari 200 divonis menderita DIABET dan seolah angka gula darah itu sulit berubah. Padahal bila angka gula darah tersebut berubah satu jam lagi atau esok hari, tentu dia tidak termasuk penderita DIABET??? Mengapa angka gula darah sewaktu begitu cepat dijadikan "PALU" ketetapan nasib seseorang sepanjang hayatnya sebagai pesakitan? Kadang juga dengan 'tanpa rasa dosa' mereka berani menyatakan bahwa penyakit tersebut tidak ada obatnya dan tidak bisa disembuhkan. Meski demikian, anehnya mreka tetap saja menetapkan sejumlah langkah pengobatan yang bertujuan menekan laju gula darah yang pada gilirannya menimbulkan masalah baru...

Bukankan dalam al Qur’an surat Al Kahfi Allah ta’ala berfirman: “dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu : sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi.” ( AL- Kahfi 18; 23).
Sementara dalam surat Luqman Allah Ta’ala juga mengingatkan : “ sesungguhnya hanya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat: dan Dia-lan Yang menutrunkan hujan, dan  mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui(dengan pasti) apa yang akan diusahakannya esok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dibumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.(QS> Lukman 31:34)

Lebih dari itu, siapakah sesungguhnya pihak yang paling senang dengan semakin bertambahnya angka diabet? WAULLAHU A’LAM…

\

Kamis, 14 Juni 2012

BAHAYA DARAH PASCA 120 HARI

Darah kotor, Rusak, dan ber-Racun
Akibat maakanan makanan Syubhat, Haram, Sintesis, dan kimia


Bahaya darah pada Jasmani

* Penyumbatan pembulu darah berakibat kebas/ kesemutan, HIPERTENSI(darah tinggi), Sakit Kepala, hingga STROKE.

* Disfungsi Organ berakibat seperti Gagal GINJAL, JANTUNG koroner, LIVER, MATA +/-, DIABETES(gula), Lemah VITALITAS/ daya tahan tubuh, OSTEOPOROSIS, KOLESTEROL, ASAM URAT dll

* Media bersarang bibit penyakit : VIRUS, AIDS/HIV, TBC, TUMOR, KANKER, dll


Rasulullah shalaullahhu alaihi wasalam bersabda:

"Sesungguhnya SYAITHAN dalam tubuh anak Adam mengalir bersama darah"(H.R MUTTAFAQUN ALA'IH)

BAhaya darah pada RUHANI 

* Media bersarangnya SYAITHAN dan JIN

* Lemah IMAN, Malas IBADAH, sulit KHUSYU

* Mudah Was-was, STRESS, DEPRESI, GELISAH

* Pnghayal, sering tergesa-gesa * mudah kena guna-guna/ santet/ sihir


            Nah setelah kita mengetahui betapa bahayanya darah kotor itu bagi JASMANI dan juga RUHANI kita bagaimana cara kita mengatasi masalah daarah kotor ini. KAlau Bagi wanaita sih setiap bulan mereka mempunyai satu siklus pembuangan darah kotor melalui proses Menstruasi. Sedang kan pada pria tidak ada siklus seperti itu. lantas apa yang harus kita(para Pria) mengatasi masalah darah kotor ini. Jawababnya adalah BEKAM. Apa sih BEKAM itu.

           Nah saya coba ambil pengertian BEKAM menaurut Wikipedia. Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit menurut faham umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab : Hijama (حجامة) yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam. Di Indonesia [1] dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.