Jumat, 06 Juli 2012

MENGAPA PENGOBATAN DIABET BERUJUNG KEMATIAAN


MENGAPA PENGOBATAN DIABET BERUJUNG KEMATIAAN

Dilemma pengobatan konvensional diabet secara maknawi maupun aplikasinya sudah saatnya dikaji ulang, mengapa berobat malah makin parah?ada beberapa factor yang menyebabkan pengobatan diabet yang berujung komplikasi,stoke, amputasi, gagal ginjal atau kematian:

Pertama: Keyakinan tiadanya kesembuhan bertentangan dengan aqidah
Keyakinan yang ditamamkan medis konvensional bahwa diabet tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan sesungguhnya bertentangan dengan aqidah Islam.bila pernyataan tidak adanya kesembuhan itu dilontarkan ahli medis muslim, maka yang bersangkutan harus muhasabah terhadap keimanannya.MENGAPA? karena keberaniannya mengucapkan tiadanya kesembuhan atas suatu penyakit secara nyataa melampaui pernyataan Al Qur’an dan Al Hadits.
Dalam al Qur’an surat Asy-syu’ara : 80, allah berfirman: dan apabila aku skit maka, Dia(Allah) yang menyembuhkan.” Dengan demikian wajib diyakini hak menyembuhkan hanya milik Allah Ta’ala sebagai pencipta manusia,dunia beserta isinya. Bahwa Allah sangat berkuasa untuk memperbaiki organ-organ manusia yang rusak, karena Dialah penciptanya. Karena sangat mudah dan tak ada artinya bagi Allah ta’ala menyembuhkan atau memperbaiki organ pancreas misalnya yang mengalami masalah/sakit. Jangankan pancreas, mengembalikan tulang belulang yang sudah berserakan, menghidupkan yang mati, menciptakan yang baru tidak sulit bagi Allah Ta’ala. Subhanallah…
Rasulullah shalallahu A’laihi Wassallam melalui beberapa haditsnya menegaskan bahwa tiap penyakit ada obatnya dan bisa di sembuhkan atas izin allah Ta’ala.
Adapun mengenai metode pengobatan sudah ada tuntunanya, begitu pula obatnya juga sudah diciptakan oleh Allah Ta’ala. Kita yakini bahwa Allah Maha Bertanggung Jawab terhadap ciptaan-Nya dan menyiapkan dan memenuhi kebutuhan makhluk-Nya. Alhasil berkenaan dengan kesehatan dan pengobatan, sejak dini Islam telah mengajarkan secara lengkap dan sebagai panduan yang terbaik, pun tidak ada tandingannya sebagaimana digariskan dalam Al Qur’an dan Hadits. Sayangnya sebagian kaum muslim sendiri terpesona dengan panduan hidup sehat yang dilansir oleh barat, termasuk metode pengobatannya.
Pernyataan tiadanya kesembuhan untuk penyakit diabet misalnya, tentu sangat membahayakan dan efektif merusak aqidah. Betapa pernyataan tersebut bertentangan dengan aqidah Islam,dan lebih gawat lagimereka yang berani menyatakan adanya penyakit yang tidak bisa disembuhkan sama saja meniadakan keberadaan dan kekuasaan Allah Ta’ala. Karena itu mereka yang berani meniadakan kekuasaan Allah dalam pengobatan,tentunya mereka tidak melibatkan Allah dan Rasul-Nya dalam ikhtiar(usaha) meraih kesembuhan. Bila kita tidak melibatkan Allah dan Rasul-Nya dalam usaha meraih kesembuhan bisa dijamin akan mengalami kegagalan,kebuntuan, dan keputusasaan dalam pengobatan.

Kedua: pembatasan makan (diet) merusak kesehatan

Mungkinkan seseorang bisa sehat dengan mengurangi dosis makan (diet)? Apalagi diet secara extream dari dosis yang biasanya. Jawabanya tentu saja tidak ada yang bisa sehat dengan mengurangi dosis makan! Buktinya penderita diabet yang diet pada umumnya kesehatanya semakin terpuruk dan ancaman komlikasi di depan mata.
Mumburuknya kesehatan akibat diet ini jelas mudah dipahami, karena mengurangi dosis makan tentunya akan menimbulkan masalah tersendiri bagi kesehatan. Diet, secarta langsung akan murangi pasokan nutrisi/ gizi yang dibutuhkan tubuh makin lama seseorang menjalani diet, lambat-laun organ-organ tubuhnya akan kekurangan nutrisi/ gizi dan energi. Bila organ-organ kekurangan gizi otomatis membuat kinerja organ melemahdan melemahnya organ penting seperti lambung, jantung, liver, ginjal, paru,paru mata, inilah yang kelak mendapat giliran sakit. Pendeknya diet hanya membuat semua organ termasuk pancreas kian melemah atau sakit. Kondisi inilah yang menjadi salah satu factor pemicu penderita diabet amsuk wilayah komplikasi penyakit.
Penerapan diet secara extream sesungguhnya juga bertentangan dengan sunahtullah dan kaidah Islam. Sebab kaum muslimin diperintahkan untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik serta tidak berlebihan. Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam juga menegaskan bahwa dalam tubuh manusia ada 360 elemen organ yang harus diberi nafkah untuk ibadahnya.bahkan Rasulullah mendidik kita untuk memberikan makanan dengan kualitas gizi yang baik kepada mereka yang sakit atau lemah. Seperti yang dicontohkan Rasulullah yang selalu memberikan bubur daging kambing (tsarist) kepada sahabat yang sakit.
Masalah diet ini bisa diibarakkan seseorang yang didera kesulitan ekonomi pada umumnya lemah dan kurang produktif. Apa tindakan yang baik untuk melepaskannya dari kesulitan ekonomi? Tindakan yang mulia adalah memberi bantuan keuangan, barang, pekerjaan, atau suntikan modal lainnya dengan dasar tuntunan baitul mal, infak, sedekah, atau zakat. Setelah mendapat pasokan bantuan diharapkan ia hidup lebih bergairah dan produktif serta lebih optimis menatap masa depan. Hal ini akan sangat berbeda sekali nbila pemberlakuan kepada yang lemah dengan cara mengurangi atau membendung sumber-sumber yang dapat mengentaskannya dari keterpurukan, atau malah menjeratnya dengan hutang dan riba. APA JADINYA? WALLAHU A”LAM…

Ketiga : pengunaan obet sintetis

Cukup banyak penderita diabet yang sudah atau cukup bosan menelan obat-obat sintetis, apalagi tambah hari obat yang harus diminum makin banyak, namun kesembuhan dan kesehatan yang didambakan tak kunjung tiba. Secara kasat mata, semakin banyak jenis obat yang ditelan tentunya semakin banyak pula organ yang bermasalah. Karena dalam teori konvensional pada umumnya pemberian satu obat untuk satu penyakit/ keluhan. Jadi semakinbanyak keluhannya tentu tambah banyak obatnya.
“OBAT ITU RACUN”.  Pernyataan yang umum berkembang dimasyarakat ini ada benarnya, karena salah satu teori dalam terapan medis konvensional adalah melawan racun dengan racun. Dengan demikian seperti diungkap pakar farmakognosi ( tanaman obat) Universitas Indonesia Dr. abdul Mu’nim, Apt bahwa produk farmasi sebagin besar terbuat dari bahan kimia dan barang haram pastinya menimbulkan dampak negative dalam penggunaannya. Bila merujuk pada ajaran Islam, dengan jelas Allah dan Rasul-Nyamelarang penggunaan barang haram sebagai media pengobatan.
Bisa diamati dengan mudah bahwa pengaruh racun ( bahan kimia) dapat merusak tubuh, terutama organ dan darah. Mereka yang terlampau banyak mengkonsumsi obat-obatan sintetis bisa di pastikan tingkat pencemaran dan kerusakan organ tubuhnya. Buktinya darah segar yang dikucuri racun (bahan kimia) atau bisa ular dengan cepat akan mengalami kerusakan bahkan bisa membeku ( mengental ). Nah, bila darah dalam tubuh seseorang mengalami kerusakan dan mengental, apa jadinya? Berbagai resiko penyumbatan dan terganggunya metabolisme tubuh serta makin beratnya kinerja organ.
Dalam berbagai literature terapi medis untuk diabet disebutkan bahwa pemakaian obat jangka panjang akan mengakibatkan komplikasi liver dan ginjal sehingga pada akhirnya penderita diabet menjadi terganggu livernya, sirosis maupun kanker hati atau gagal ginjal yang mengharuskanya cuci darah (hemodialisa).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar