MENGAPA
DIABET
Pada
dasarnya masalah diabet bermuara pada menurunnya kinerja pancreas sebagai
pabrik insulin yang mengubah glukosa dalam darah menjadi sumber energi bagi
tubuh. Ada
pancreas yang tidak lagi mampu memproduksi insulin, dan adapula yang kemampuan
produksinya minim, sehingga gula tidak mampu diubah menjadi energi dan menumpuk
atau tercecer dalam darah, urin dan bagian tubuh lainnya.
Selain
dari itu penyebab diabetes mellitus juga diamati dari buruknya pola makan dan gaya hidup yang tak
teratur. Pola makan serampangan dan tidak memperhatikan asupan dan kadar
nutrisi/gizi untuk tubuh. Pada gilirannya banyak organ yang tidak mendapat
suplai energi yang cukup, termasuk pancreas. Belum lagi makanan atau minuman
yang mengandung pengawet, penyedap, pemanis buatan, dan bahan kimia lainnya
yang berpotensi merusak organ,selanjutnya organ jadi berat kerjanya dan
kelelahan lalu mulai bermasalah kemudian sakit.
Masalah
ini bukan mendera pancreas saja, namun juga berpotensi menggangu aktivitas dan
kemampuan organ lainnya bila kebutuhan energi semua organ tidak terpenuhi atau
tercukupi. Maka wajar bila kita temui orang-orang yang daya tahan tubuhnya
lemah, gampang terserang gangguan kesehatan, lantaran buruknya pola makan dan
usaha-usaha meningkatkan antibodi.
Untuk
itu dalam paparannya Ibnu Qayyim al Jauziyah menegaskan ada tiga hal yang harus
diperhatkan dalam masalah kesehatan:
Pertama, merawat kesehatan secara jasmani dan rohani, yakni
menjaga dan memperhatikan makanan dan minuman yang kita konsumsi, lalu menjaga
dan meningkatkan ibadah karena sangat besar pengaruhnya terhadap stabilitas
jiwa dan raga.
Kedua, meningkatkan anti bodi( daya tahan tubuh) dengan
mengkonsumsi makanan/minuman yang berhasiat unggul seperti madu, habbatussauda,
susu, kurma, ragam buah dan lainnya, serta menghindari suplemen dengan
bahandasar kimia (sintetis).
Ketiga, pengobatan yang dilakukan berdasarkan tuntunan
rasulullah Shalallahu A’laihi wassallam, seperti HIJAMAH(BEKAM), ruqyah,
dawa’(herbal) dan terapi pendukung lainnyayang tidak merusk tubuh. Begitu pula
menjaga ibadah merupakan dasar yang penting dalam usaha meraih kesehatan dan
kesembuhan.
Pada
umumnya diabet tak ubahnya penyakit lainnya yang bermuara pada menurunnya
fungsi organ dan minimnya asupan gizi/nutrisi sehingga menggangu kinerja organ
pancreas khususnya. Bila pola makan dan gaya
hidup dijaga secara Islami, artinya hak-hak tubuh diperhatikan Insya Allah
semua organ bekerja dengan stabil tanpa banya gangguan.
Pemicu diabet lainnya adalah
stress atau tekanan pikiran (jiwa). Menurut dr. Yunianto Kusumo, stress seperti ketengangan, cemas,
takut, gelisah, dan sejenisnya sangat efektif meningkatkan gula darah dan
penderitaan organ lainya. Dampak stress diantaranya menggangu kelenturan bola
mata, jantung berdebar, dan menggangu seluruh sistim jaringan tubuh lantaran
menguran cadangan energi dalam tubuh.
“Ketika
stress, kita butuh peningkatan energi, bila kebutuhan energinya besar akan
diatasi dengan membongkar cadangan energi yang ada. Terbongkarnya cadangan
energi efektif meningkatkan kadar gula darah. Bila beban stressnya turun maka
kadar gula juga akan turun. Nah ketika kadar gula meningkat seseorang akan
banyak minum, banyak makan dan banyak kencing,” ujar dr. Anto (sapaan akrab dr.
yenianto Kusumo) yang juga pengasuh Rymah Sehat alami”ISMEC,” Yogyakarta
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar