Selasa, 17 Juli 2012

MENGAPA DIABET


MENGAPA DIABET

Pada dasarnya masalah diabet bermuara pada menurunnya kinerja pancreas sebagai pabrik insulin yang mengubah glukosa dalam darah menjadi sumber energi bagi tubuh. Ada pancreas yang tidak lagi mampu memproduksi insulin, dan adapula yang kemampuan produksinya minim, sehingga gula tidak mampu diubah menjadi energi dan menumpuk atau tercecer dalam darah, urin dan bagian tubuh lainnya.

Selain dari itu penyebab diabetes mellitus juga diamati dari buruknya pola makan dan gaya hidup yang tak teratur. Pola makan serampangan dan tidak memperhatikan asupan dan kadar nutrisi/gizi untuk tubuh. Pada gilirannya banyak organ yang tidak mendapat suplai energi yang cukup, termasuk pancreas. Belum lagi makanan atau minuman yang mengandung pengawet, penyedap, pemanis buatan, dan bahan kimia lainnya yang berpotensi merusak organ,selanjutnya organ jadi berat kerjanya dan kelelahan lalu mulai bermasalah kemudian sakit.

Masalah ini bukan mendera pancreas saja, namun juga berpotensi menggangu aktivitas dan kemampuan organ lainnya bila kebutuhan energi semua organ tidak terpenuhi atau tercukupi. Maka wajar bila kita temui orang-orang yang daya tahan tubuhnya lemah, gampang terserang gangguan kesehatan, lantaran buruknya pola makan dan usaha-usaha meningkatkan antibodi.

Untuk itu dalam paparannya Ibnu Qayyim al Jauziyah menegaskan ada tiga hal yang harus diperhatkan dalam masalah kesehatan:

Pertama, merawat kesehatan secara jasmani dan rohani, yakni menjaga dan memperhatikan makanan dan minuman yang kita konsumsi, lalu menjaga dan meningkatkan ibadah karena sangat besar pengaruhnya terhadap stabilitas jiwa dan raga.

Kedua, meningkatkan anti bodi( daya tahan tubuh) dengan mengkonsumsi makanan/minuman yang berhasiat unggul seperti madu, habbatussauda, susu, kurma, ragam buah dan lainnya, serta menghindari suplemen dengan bahandasar kimia (sintetis).

Ketiga, pengobatan yang dilakukan berdasarkan tuntunan rasulullah Shalallahu A’laihi wassallam, seperti HIJAMAH(BEKAM), ruqyah, dawa’(herbal) dan terapi pendukung lainnyayang tidak merusk tubuh. Begitu pula menjaga ibadah merupakan dasar yang penting dalam usaha meraih kesehatan dan kesembuhan.

Pada umumnya diabet tak ubahnya penyakit lainnya yang bermuara pada menurunnya fungsi organ dan minimnya asupan gizi/nutrisi sehingga menggangu kinerja organ pancreas khususnya. Bila pola makan dan gaya hidup dijaga secara Islami, artinya hak-hak tubuh diperhatikan Insya Allah semua organ bekerja dengan stabil tanpa banya gangguan.
Pemicu diabet lainnya adalah stress atau tekanan pikiran (jiwa). Menurut dr. Yunianto  Kusumo, stress seperti ketengangan, cemas, takut, gelisah, dan sejenisnya sangat efektif meningkatkan gula darah dan penderitaan organ lainya. Dampak stress diantaranya menggangu kelenturan bola mata, jantung berdebar, dan menggangu seluruh sistim jaringan tubuh lantaran menguran cadangan energi dalam tubuh.

“Ketika stress, kita butuh peningkatan energi, bila kebutuhan energinya besar akan diatasi dengan membongkar cadangan energi yang ada. Terbongkarnya cadangan energi efektif meningkatkan kadar gula darah. Bila beban stressnya turun maka kadar gula juga akan turun. Nah ketika kadar gula meningkat seseorang akan banyak minum, banyak makan dan banyak kencing,” ujar dr. Anto (sapaan akrab dr. yenianto Kusumo) yang juga pengasuh Rymah Sehat alami”ISMEC,” Yogyakarta ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar