Rabu, 18 Juli 2012

TERAPI DIABET


TERAPI DIABET

Diabetes sesungguhn ya tak ada bedanya dengan penyakit lainnya, apakah jantung, ginjal, liver, dan lainya yang bermuara pada penurunan fungsi atau kemampuan organ. Apalagi diabet ada yang menyebutnya penyakit kelainan metabolic atau degeneratif yangbermuara pada penurunan/melemahnya fungsi pancreas. Untuk terapi diabet ini yang perlu diperhatikan adalah ikhtiar pemulihan kinerja pankreas, sehingga organ yang cerdas tersebut dapat memproduksi insulin dengan baik. Dengan pulih dan membaiknya kinerja pankreas sebagai pabrik insulin, tentunya gula darah cepat dirubah menjadi energi dan tak lagi masuk atau tercecer dalam darah. Dengan demikian  dalam terapi diabet yang ideal diperhatikan adalah bagaimana usaha meningkatkan kinerja pankreas, bukan hanya terfokus pada naik turunnya gula darah. Untuk itu terapi diabet dengan merujuk pada tutunan islam bisa di tempuh:

Pertama : meyakini diabet bisa sembuh dengan izin Allah Ta’ala

Hal  yang paling penting dan mendasra yang dilakukan seorang muslim dalam menghadapi keluhan tertntu (penyakit) adalah meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa penyakit yang di derita selain ujian juga ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah  Ta’ala. Karena amat sangat tidak ada artinya bagi Allah untuk melepaskan kesulitan atau penderitaan hamba-Nya tanpa mengenal ruang dan waktu. Artinya kecepatan pertolongan dan kesembuhan yang diberikan Allah Ta’ala tidak ada yang bisa menandinginya.
Untuk itu, bila kita benar-benar meyakini kesembuhan mutlak hanya dating dari Allah Ta’ala, tentunya kita berusaha menjalanipengobatan dan meraih kesembuhan sesuai syariat yang ditetapkan Allah dan rasul-Nya, insya Allah kesembuhan dan kesehatan akan diraih atas ridha Allah Ta’ala. Bagaimana mungkin kesembuhan akan di dapat bila kita lebih meyakini benda atau manusia sebagai penyembuh, kalaupun merasa ada perubahan kesehatan atau merasa sembuh melalui perantara media yang dilarang itu hanyalah bersifat sesaat dan harus di waspadai dampak buruknya.
Rasulullah sendiri menjamin tiadanya kesembuhan bila kita menempuh pengobatan dengan metode atau pun meteri(obat) yang dilarang atau di haramkan. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari, Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassallam bersabda: “ Sesungguhnya Allah tidak akan mendatangkan kesembuhan kepada kalian yang mengunakan segala yang di haramkan.”

Kedua : Menghindari Diet

Prilaku diet, apalagi mengurangi dosis makan secara ekstrim dari takaran ideal yang di jalani penderita diabet pada umumnya semakin memperburuk kesehatannya. Pasalnya secara nyata mengurangi dosisi makan otomatis mengurangi asupan nutrisi dan gizi, sehingga tubuh tidak mendapatkan pasokan yang cukup, dan situasi ini tentu berpengaruh langsung pada kemampuan kinerja organ dan anti bodi.
Dengan demikian wajar bila stamina atau kondisi penderita diabetes yang melakukan diet lambat laun menurun atau melemah, termasuk terpuruknya kondisi anti bodi tubuh. Sampai pada problem luka kecil saja tubuh tidak mampu melawan bakteri, kuman apalagi virus, sampai muncul istilah “ LUKANYA SUSAH SEMBUH.” Pendeknya pemberlakuan diet ini bertentangan dengan SUNATULLAH. Untuk itu secara Islami, mereka yang divonis diabet sebaiknya hidup normal dan makan/minum yang halal dan toyyiban dengan cukup, sehingga tubuh tetap mendapat pasokan energi, nutrisi/gizi yang memadai, terutama pancreas yang memang membutuhkannya. Pada gilirannya daya tahan tubuh tetap terjaga. Bahkan ada baiknya jika kita terserang penyakit berusah meningkatkan asupan nutrisi/energi yang berjualitas dari unsure daging, sayuran, buah, susu, nasi/gandum dan lainnya untuk mendongkrat atau membentengi tubuh dari serangan penyakit.logikanya, bila Negara kita diserang oleh musuh, apa yang harus kita lakukan? Meningkatkan pertahanan atau mengurangi pertahanan? Artinya dalam kehidupan sehari-hari kita tetap menjaga pola makan, tidak berlebihan dan berusaha memilih dan memilah makanan yang terbaik/bermutu.
Khusus bagi penderita yang sedah lama melakukan diet, lebih dari  1 atau 5 tahun sebaiknya penambahan dosis makanan ditinggkatkkan secara bertahap, dan di utamakan perbanyak makanan berserat(sayur), buah, daging. Penambahan takaran makanan bisa ditingkatkan bertahap dengan penambahan 25% pada pecan pertama, selanjutnya ditambah 25% lagi dan seterusnya.

Ketiga: Al-Hijamah(Bekam)

Al-Hijamah (bekam), sebagaimana ditegaskan Rasulullah Shalallahu A’alaihi wassallam sebagai sebaik-baik pengobatan, sangat tepat diterapkanpada penderita diabet. Bekam merupakan  terapi tercanggih untuk detoksifikasi ( membersihkan) racun dari tubuh serta efektif melancarkan/ membongkar penyumbatan di pembuluh darah, sekaligus meningkatkan regenerasi (meremajakan) sel dan meningkatkan kinerja organ dengan lancarnya peredaran darah.
Selain itu bekam merupakan metode pengobatan yang paling cepat menurunkan atau menstabilkan gula darah sekaligus meningkatkan anti bodi (daya tahan tubuh).
Menurut dr. Anto yang juga alumni Fakultas Kedokteran UGM ini, bekam berfungsi merangsang secara terus menerus metabolisme tubuh sehingga meningkatkan fungsi organ. Apalagi diabet juga berpusat didarah, karena itu dengan bekam (mengeluarkan darah kotaor) dapat mengeluarkan materi-materi (unsure-unsur) yang tidak baik, termasuk unsure gula yang masuk ke darah. Untuk pembekaman pasien diabet sebaiknya dilakukan tiap pecan pada bulan pertama. Bulan kedua pembekaman tiap dua pecan dan bulan berikutnya tiap bulan. Area (titik) bekam yang utama adalah kahil, ad-dohru (area ginjal), belakang lutut. Bisa juga ditambahkan di area pancreas dan iltiwa’ (bawah mata kaki). Untuk pembekaman tiap pecan dan berikutnya bisa dilakukan di tempat (area) yang sama. Sebaiknya pembekaman di kaki, area belakang paha atau punggung kaki di bawah lutut selalu dilakukan.

Keempat : Ruqyah

Ruqyah juga efektif dilakukan secara mandiri atau dibantu tabib dengan pembacaan Al-Qur’an dan do’a-do’a yang di syariatkan. Ruqyah sangat efektif sebagai terapi jasmani dan rohani sekaligus Insya Allah mampu melepas ragam pemicu diabet. Sesungguhnya manusia adalah makhluk Allah dan segala yang ada padanya adalah tidak lepas dari pengaturan Allah Ta’ala. Maka apabila ada permintaan do’a dari hamba-Nya agar dirinya memperoleh kesehatan dan Allah Ridha, tidak mustahil seluruh system tubuh akan tunduk atas perintah Allah, tidak terkecuali sel-0sel yang diciptakan mengatur metabolisme tubuh..

Kelima : Dawa’ (Herbal)

Untuk meningkatkan fungsi pancreas atau
kelemahan sel penangkap gula sangat efektife mengkonsumsi madu, habatussauda serta herba alami dan Islami lainnya.
Kemujaraban madu bagi penderita diabet diantaranya sangat mudah masuk dalam sel sehingga tidak memberatkan kondisi tubuh. Selain itu madu sangat efekitif memberi nutrisi dan energi. Alhasil madu tidak berpengaruh  pada naik turunnya gula darah, melainkan sebaliknya mengendalikan gula darah sekaligus memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Al-Habatussauda (jintan hitam) sebagai obat terbaik selain madu dan dijamin khasiyatny oleh Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam sebagai obat untuk semua penyakit kecuali kematian. Mengandung khasiat unggul mengatasi ragam masalah tubuh termasuk pancreas. Dengan mengkonsumsinya secara rutin mampu meningkatkan daya tahan tubuh, meremajakan sel-sel, membersihkan darah sumber mineral dan banyak khasiat lainnya.
Dengan demikian mereka yang divonis erkena diabet tenang saja! Insya allah dengan menjalankan terapi alami dan Islami semua keluhan atau derita tubuh dapat dilalui dengan mudah.

Keenam: Hindari Stress

Seseorang yang tidak bisa mengolah hati dan pikirannya berpotensi menimbulkan bnayak penyakit, diantaranya yang mudah diamati sering kesemutan atau gampang pegal-pegal. Untuk itu sebagai muslim utamanya kita diperintahkan untuk senantiasa menjaga suasana hati (ruh), sebab rapuhnya ruh sangat berpengaruh pada kekuatan organ dan fisik. Artinya bila seseorang stress maka seluruh organnya ikut stress. Maka mengendalikan diri dan hati dengan meningkatkan kualitas ibadah dan pendalaman agama Insya Allah membentuk jiwa dan raga yang sehat dan antibody yang unggul. Betapa Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassallam adalah teladan utama dalam segala aspek hidupnya, paling baik akhlaknya, paling sehat tubuhnya, paling baik ibadahnya, paling baik pola makannya, paling baik kepemimpinannya dan teladan terbaik lainnya.

Ketujuh: Hindari Amputasi

Insya Allah dengan hijrah ke pengobatan Islami yang terpadu semua problem luka dan gejala-gejalanya bisa diatasi sejak dini. Adapun bagi mereka yang mengalami luka yang sudah terbuka (gangrene) juga tidak perlu risau, karena lukanya bisa dirawat dan Insaya Allah pilih seperti sedia kala. Karena itu amputasi wajib dihindari, dan kondisi luka biasanya semakin parah bila penderita melakukan diet ekstrem cukup lama atau pancreas semakin lemah. Idealnya pengobatan yang dijalani seseorang tidak membuat organ seseorang semakin berkurang, namun sebaliknya pengobatan membuat kesehatannya dan organnya membaik.
WALLAHU A’LAM


Tidak ada komentar:

Posting Komentar